<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahlus-Sunnah wal-Jama&#039;ah Indonesia &#187; Adab dan Akhlak</title>
	<atom:link href="http://ahlussunnah.info/kategori/fiqih/adab-dan-akhlak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahlussunnah.info</link>
	<description>Apabila Telah Shahih Suatu Hadits, Maka Itulah Madzhab Kami</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 13:09:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Artikel ke-64, Adab Terhadap Buku</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-64-adab-terhadap-buku</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-64-adab-terhadap-buku#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA['Abdul-'Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada]]></category>
		<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab/Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Ensiklopedi Adab Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Tidak hanya terhadap makhluk hidup, terhadap benda mati pun (dalam hal ini; buku) kita dituntut untuk memiliki adab. Dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan penjelasan mengenai adab terhadap buku. Buku adalah permisalan sebuah ilmu dan ilmu merupakan sesuatu yang paling berharga yang dimiliki oleh seseorang. Buku juga merupakan harta yang wajib dijaga dan tidak boleh ditelantarkan. Ada 9 (sembilan) adab terhadap buku yang dijelaskan dalam artikel ini, untuk lebih lengkapnya silakan membaca artikel ini lebih lanjut.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-64-adab-terhadap-buku/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-51, Bolehkah Menggali Kubur Muslimin dan Kafir?</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/04/17/artikel-ke-51-bolehkah-menggali-kubur-muslimin-dan-kafir</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/04/17/artikel-ke-51-bolehkah-menggali-kubur-muslimin-dan-kafir#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 23:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah as-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani]]></category>
		<category><![CDATA[kuburan]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nabawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Menggali kubur ada dua, kubur muslimin, maka tidak dibolehkan, sedangkan kubur orang kafir dibolehkan. Dan kami telah mengisyaratkan bahwa menggali kubur muslimin tidak dibolehkan kecuali hingga menjadi tanah (jasadnya). Dan ini kapan terjadi? Berkenaan dengan ini berbeda-beda menurut kadar tanahnya. Karena ada tanah yang keras berbatu yang mengakibatkan jasad mayat tetap bertahan beberapa tahun seperti yang dikehendaki Allah. Namun ada pula tanah yang lembab sehingga jasad mayat cepat menjadi tanah. Oleh karena itu tidak mungkin menentukan jangka waktu hancurnya jasad. Seperti dikatakan; “Penduduk kota tersebut lebih mengetahui akan keadaan penduduknya.” Jadi yang menguburkan jasad di tanah tersebut lebih mengetahui jangka perkiraan membusuknya jasad menjadi tanah.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/04/17/artikel-ke-51-bolehkah-menggali-kubur-muslimin-dan-kafir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-48, Panah Syaithan</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/03/11/artikel-ke-48-panah-syaithan</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/03/11/artikel-ke-48-panah-syaithan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 14:43:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Shalih bin Muhammad al-Wunaiyyan]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun-Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[aniaya]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[bertengkar]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[godaan syaithan]]></category>
		<category><![CDATA[hak-hak persaudaraan]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[kabar dusta]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pujian]]></category>
		<category><![CDATA[sanjungan]]></category>
		<category><![CDATA[tabayyun]]></category>
		<category><![CDATA[ujub]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Sudah kita maklumi bersama bahwa banyak sekali tipu daya syaithan untuk menyesatkan bani Adam. Oleh sebab itu, saya katakan dengan serta-merta meminta pertolongan kepada Allah, bahwa panah-panah syaithan tersebut sangat banyak. Panah yang dapat melumpuhkan mangsanya sehingga tidak kuasa berbuat kebaikan dan mampu menggiringnya untuk selalu mengikuti hawa nafsu serta berkhayal yang muluk-muluk. Jika sebuah panah meleset dari sasarannya, pasti akan diikuti dengan panah kedua, ketiga, dan seterusnya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/03/11/artikel-ke-48-panah-syaithan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-47, Gambar: Hakikat dan Hukumnya</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/03/07/artikel-ke-47-gambar-hakikat-dan-hukumnya</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/03/07/artikel-ke-47-gambar-hakikat-dan-hukumnya#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 07:52:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[gambar]]></category>
		<category><![CDATA[lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[makhluk bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[patung]]></category>
		<category><![CDATA[perupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam beberapa sabda Beliau, baik yang tertulis dalam Sunan, Musnad dan ash-Shihah yang menunjukkan diharamkannya gambar makhluk yang bernyawa, baik berwujud manusia atau selainnya. Sehingga kita dianjurkan dan diperintahkan untuk memusnahkan gambar-gambar tersebut bahkan para tukang gambarnya mendapatkan laknat dan mereka termasuk seberat-berat manusia yang akan mendapatkan siksa pada hari kiamat kelak. ]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/03/07/artikel-ke-47-gambar-hakikat-dan-hukumnya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-46, Saudariku, Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab?</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/03/04/artikel-ke-46-saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk-berhijab</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/03/04/artikel-ke-46-saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk-berhijab#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 09:43:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Abdul-Hamid al-Bilaly]]></category>
		<category><![CDATA[hijab]]></category>
		<category><![CDATA[kaum wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Buku ini kami hadirkan untuk segolongan kaum Muslimah yang belum mentaati perintah ber-hijab, seperti yang diperintahkan syariat. Baik karena belum mengetahui bahwa hijab adalah wajib, karena tidak mampu melawan tipu daya dan pesona dunia, karena takluk di hadapan nafsu yang senantiasa memerintahkan keburukan atau tunduk oleh bisikan setan, karena pengaruh teman yang tidak suka kepada kebaikan bagi sesama jenisnya atau karena alasan-alasan lain. Kami memohon kepada Allah semoga uraian dalam buku sederhana ini menjadi pembuka hati yang terkunci, menggetarkan perasaan yang tertidur, sehingga bisa mengembalikan segenap akhawat yang belum mentaati perintah ber-hijab, kepada fitrah yang telah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/03/04/artikel-ke-46-saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk-berhijab/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-43, Membahagiakan Orang Lain</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/02/21/artikel-ke-43-membahagiakan-orang-lain</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/02/21/artikel-ke-43-membahagiakan-orang-lain#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 02:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[muamalah dalam islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa kebaikan yang dapat kita lakukan sehingga orang lain menjadi bahagia, diantaranya; pertemuan dengan wajah berseri-seri, saling memberi nasehat, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit, tidak menjadi beban orang lain, membayarkan hutang orang lain dan mendoakan orang islam. Selain itu, sesungguhnya masih banyak kebaikan lainnya yang dapat kita lakukan sehingga orang lain menjadi bahagia. Ukurannya adalah diri kita sendiri. Bila kita senang dengan suatu perlakuan -dan tentu ia tidak dalam hal maksiat kepada Allah- maka pasti orang lain akan senang pula dengan perlakuan yang sama. Itulah yang semestinya terus menerus kita lakukan sehingga dengan demikian kita menjadi penabur kebaikan dan kebahagiaan bagi orang lain di muka bumi ini. Semoga!]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/02/21/artikel-ke-43-membahagiakan-orang-lain/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-36, Basa-Basi Bukan Sikap Seorang Salafi?</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/01/10/artikel-ke-36-basa-basi-bukan-sikap-seorang-salafi</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/01/10/artikel-ke-36-basa-basi-bukan-sikap-seorang-salafi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 13:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[al-Ahmaq al-Mutha']]></category>
		<category><![CDATA[al-Fahsy (keji)]]></category>
		<category><![CDATA[al-Mudahanah]]></category>
		<category><![CDATA[al-Mudarah]]></category>
		<category><![CDATA[basa-basi]]></category>
		<category><![CDATA[ghuluw]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Abdul-Hakim Hamid]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>
		<category><![CDATA[taqiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Zhahiratul-Ghuluw fid-Din fil-Ashril Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Salafi adalah yang mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang diwariskan melalui para sahabat radhiyallahu 'anhuma. Jadi orang yang mengaku Salafi dituntut untuk bertekad bulat mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kata sebagian orang, Salafi tak kenal basa-basi! Betulkah seorang Salafi anti basa-basi?]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/01/10/artikel-ke-36-basa-basi-bukan-sikap-seorang-salafi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-23, Infotainmen, Barang Haram yang Diminati</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2009/12/23/artikel-ke-23-infotainmen-barang-haram-yang-diminati</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2009/12/23/artikel-ke-23-infotainmen-barang-haram-yang-diminati#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 13:32:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Ade Armando]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[ghibah]]></category>
		<category><![CDATA[infotainmen]]></category>
		<category><![CDATA[JIL (Jaringan Islam Liberal)]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)]]></category>
		<category><![CDATA[Leo Batubara]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[rektor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sebelumnya MUI mengeluarkan fatwa haram untuk SMS kuis, NU mengeluarkan fatwa haram tentang infotainmen. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU memutuskan untuk mengharamkan segmen infotainmen. Pro kontra pun menyeruak. Dewan Pers merespon positif putusan tersebut. “Penyiaran infotainmen yang menayangkan sajian utama tentang perselingkuhan tanpa dasar, gosip, gunjingan, dan promosi kumpul kebo itu jelas bertentangan dengan UU Pers dan kode etik wartawan,” kata anggota Dewan Pers, Leo Batubara. Senada dengan Leo Batubara, Ade Armando, ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta media lebih menegakkan etika jurnalistik dalam pemberitaannya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2009/12/23/artikel-ke-23-infotainmen-barang-haram-yang-diminati/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
