<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahlus-Sunnah wal-Jama&#039;ah Indonesia &#187; Fiqih Muamalah</title>
	<atom:link href="http://ahlussunnah.info/kategori/fiqih/fiqih-muamalah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahlussunnah.info</link>
	<description>Apabila Telah Shahih Suatu Hadits, Maka Itulah Madzhab Kami</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Jun 2011 02:40:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Artikel ke-75: Kartu Kredit</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-75-kartu-kredit</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-75-kartu-kredit#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 01:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-masalah Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. 'Abdullah al-Mushlih]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Shalah ash-Shawi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[hukum kartu kredit dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum kartu kredit menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum kartu kredit syariah]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah kartu kredit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[Kartu kredit yaitu kartu yang dikeluarkan oleh pihak Bank dan sejenisnya yang dapat digunakan oleh pembawanya untuk membeli segala keperluan dan barang-barang serta pelayanan tertentu secara utang. Kalau kita terjemahkan kata 'kredit giro' ini secara langsung artinya adalah kartu pinjaman. Atau kartu yang memberikan kesempatan kepada pembawanya untuk mendapatkan pinjaman.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-75-kartu-kredit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-74: Hak Cipta Karya Tulis</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-74-hak-cipta-karya-tulis</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-74-hak-cipta-karya-tulis#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 01:19:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-masalah Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. 'Abdullah al-Mushlih]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Shalah ash-Shawi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel hak cipta]]></category>
		<category><![CDATA[artikel tentang hak cipta]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta adalah]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta atas kekayaan intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta menurut islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Islam dahulu dan juga pada masa-masa perkembangan dunia tulis-menulis dalam berbagai disiplin ilmu sudah mengenal sebuah aturan untuk mengabadikan nama-nama penulisnya dan menuliskannya di kulit buku. Mungkin pusat pengabadian nama-nama penulis terbesar pada masa itu adalah Darul-'Ilmi di Baghdad yang reputasinya sudah tersiar dimana-mana, sehingga banyak orang yang datang mengunjunginya untuk lebih mengenal isi perpustakaan tersebut. Para ulama kontemporer juga telah membolehkan mengganti rugi hak cipta, karena penulis memiliki hak tertentu. Kaidah-kaidah ajaran syari'at juga memberi konsekuensi pemeliharaan hak-hak para pemilik hasil cipta. Dengan demikian, kepemilikan itupun bisa berpindah kepada orang lain dengan mediator yang berfungsi memindahkan kepemilikan, seperti jual-beli, warisan dan sejenisnya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-74-hak-cipta-karya-tulis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-73: Bursa Saham dalam Perspektif Islam</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-73-bursa-saham-dalam-perspektif-islam</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-73-bursa-saham-dalam-perspektif-islam#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 05:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-masalah Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. 'Abdullah al-Mushlih]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Shalah ash-Shawi]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu saham]]></category>
		<category><![CDATA[artikel saham]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis saham]]></category>
		<category><![CDATA[bursa]]></category>
		<category><![CDATA[bursa komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[bursa saham]]></category>
		<category><![CDATA[hukum saham]]></category>
		<category><![CDATA[hukum saham dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum saham menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[investasi saham]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian bursa]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[saham adalah]]></category>
		<category><![CDATA[saham dalam pandangan islam]]></category>
		<category><![CDATA[saham syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Bursa adalah pasar yang di dalamnya berjalan usaha jual-beli saham. Berkaitan dengan hasil bumi, juga melibatkan para broker yang menjadi perantara antara penjual dengan pembeli. Target bursa adalah menciptakan pasar simultan dan kontinu dimana penawaran dan permintaan serta orang-orang yang hendak melakukan perjanjian jual-beli dipertemukan.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-73-bursa-saham-dalam-perspektif-islam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-45: Perdagangan yang Terlarang</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-45-perdagangan-yang-terlarang</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-45-perdagangan-yang-terlarang#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 10:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[artikel perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[gharar]]></category>
		<category><![CDATA[jual-beli]]></category>
		<category><![CDATA[jual-beli inah]]></category>
		<category><![CDATA[jual-beli najasy]]></category>
		<category><![CDATA[prdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[terlarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Jual-beli merupakan sebuah transaksi yang biasa terjadi dalam masyarakat. Hampir semua orang pernah melakukan transaksi baik menjual, membeli, maupun keduanya. Karena itu perlu diketahui berbagai bentuk perdagangan yang terlarang. Dengan begitu kita sebagai kaum Muslimin bisa menghindarinya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-45-perdagangan-yang-terlarang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-43: Membahagiakan Orang Lain</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-43-membahagiakan-orang-lain</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-43-membahagiakan-orang-lain#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 02:32:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[muamalah dalam islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa kebaikan yang dapat kita lakukan sehingga orang lain menjadi bahagia, diantaranya; pertemuan dengan wajah berseri-seri, saling memberi nasehat, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit, tidak menjadi beban orang lain, membayarkan hutang orang lain dan mendoakan orang islam. Selain itu, sesungguhnya masih banyak kebaikan lainnya yang dapat kita lakukan sehingga orang lain menjadi bahagia. Ukurannya adalah diri kita sendiri. Bila kita senang dengan suatu perlakuan -dan tentu ia tidak dalam hal maksiat kepada Allah- maka pasti orang lain akan senang pula dengan perlakuan yang sama. Itulah yang semestinya terus menerus kita lakukan sehingga dengan demikian kita menjadi penabur kebaikan dan kebahagiaan bagi orang lain di muka bumi ini. Semoga!]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-43-membahagiakan-orang-lain/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-40: Ragam Hukum Asuransi</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-40-ragam-hukum-asuransi</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-40-ragam-hukum-asuransi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 10:20:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi mobil]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi sosial]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi ta’awun (gotong-royong)]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi tijarah (bisnis)]]></category>
		<category><![CDATA[hukum asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[hukum asuransi dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum asuransi dalam pandangan islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum asuransi indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[hukum asuransi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[hukum asuransi kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[hukum asuransi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum asuransi konvensional]]></category>
		<category><![CDATA[hukum asuransi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Syarhul-Buyu’]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Asuransi di zaman kini semakin berkembang dan marak. Beragam bentuk asuransi dalam berbagai bidang banyak ditawarkan oleh berbagai perusahaan asuransi. Ada asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kecelakaan, asuransi kendaraan, asuransi rumah, bahkan asuransi pernikahan. Mungkin yang belum ada adalah asuransi agama. Dari berbagai jenis asuransi yang ada pada masa sekarang, (kesemuanya) dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yakni asuransi sosial, asuransi ta’awun (gotong-royong), dan asuransi tijarah (bisnis).]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-40-ragam-hukum-asuransi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-37: Memanfaatkan Bunga Bank</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-37-memanfaatkan-bunga-bank</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-37-memanfaatkan-bunga-bank#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 08:03:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin]]></category>
		<category><![CDATA[al-Qur'an surat al-Baqarah [2] ayat 278]]></category>
		<category><![CDATA[al-Qur'an surat al-Baqarah [2] ayat 279]]></category>
		<category><![CDATA[bank ribawi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga bank]]></category>
		<category><![CDATA[darurat]]></category>
		<category><![CDATA[Majmu’ Durus wa Fatawa al-Haram al-Makki]]></category>
		<category><![CDATA[menabung]]></category>
		<category><![CDATA[menyimpan uang]]></category>
		<category><![CDATA[riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Seorang pemuda tengah menempuh studi di Amerika terpaksa menyimpan uangnya di Bank ribawi. Sebagai imbalannya, Bank memberinya bunga; apakah boleh dia mengambilnya, lalu mengalokasikannya ke berbagai proyek amal (kebajikan)? Sebab bila dia tidak mengambilnya, Bank tersebut akan menggunakan untuk kepentingannya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-37-memanfaatkan-bunga-bank/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-36: Basa-Basi Bukan Sikap Seorang Salafi?</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-36-basa-basi-bukan-sikap-seorang-salafi</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-36-basa-basi-bukan-sikap-seorang-salafi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 13:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[al-Ahmaq al-Mutha']]></category>
		<category><![CDATA[al-Fahsy (keji)]]></category>
		<category><![CDATA[al-Mudahanah]]></category>
		<category><![CDATA[al-Mudarah]]></category>
		<category><![CDATA[basa-basi]]></category>
		<category><![CDATA[ghuluw]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Abdul-Hakim Hamid]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>
		<category><![CDATA[taqiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Zhahiratul-Ghuluw fid-Din fil-Ashril Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Salafi adalah yang mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang diwariskan melalui para sahabat radhiyallahu 'anhuma. Jadi orang yang mengaku Salafi dituntut untuk bertekad bulat mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kata sebagian orang, Salafi tak kenal basa-basi! Betulkah seorang Salafi anti basa-basi?]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-36-basa-basi-bukan-sikap-seorang-salafi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-8: Pajak dalam Islam</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-8-pajak-dalam-islam</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-8-pajak-dalam-islam#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 17:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Ibrahim Muhammad 'Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah al-Furqon]]></category>
		<category><![CDATA[al-Asysyar]]></category>
		<category><![CDATA[al-Kharaj]]></category>
		<category><![CDATA[fai’]]></category>
		<category><![CDATA[Ghanimah]]></category>
		<category><![CDATA[jizyah]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Shahibul-Maks]]></category>
		<category><![CDATA[sumber pemasukan negara]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Dalam istilah bahasa Arab, pajak dikenal dengan nama al-Usyr atau al-Maks, atau bisa juga disebut adh-Dharibah, yang artinya adalah; “Pungutan yang ditarik dari rakyat oleh para penarik pajak.” Atau suatu ketika bisa disebut al-Kharaj, akan tetapi al-Kharaj biasa digunakan untuk pungutan-pungutan yang berkaitan dengan tanah secara khusus. Sedangkan para pemungutnya disebut Shahibul-Maks atau al-Asysyar. Adapun menurut ahli bahasa, pajak adalah: “Suatu pembayaran yang dilakukan kepada pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dalam hal menyelenggaraan jasa-jasa untuk kepentingan umum.”]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-8-pajak-dalam-islam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

