<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahlus-Sunnah wal-Jama&#039;ah Indonesia &#187; Penulis</title>
	<atom:link href="http://ahlussunnah.info/kategori/penulis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahlussunnah.info</link>
	<description>Apabila Telah Shahih Suatu Hadits, Maka Itulah Madzhab Kami</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Jun 2011 02:40:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Artikel ke-76: Dialog Alwiy Al-Maliki dan Ibn Sa&#8217;di</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-76-dialog-alwiy-al-maliki-dan-ibn-sadi</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-76-dialog-alwiy-al-maliki-dan-ibn-sadi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 02:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koreksi]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Qiblati]]></category>
		<category><![CDATA[Mamduh Farhan al-Buhairi]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[kebohongan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Alawi al-Maliki]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh ibn as-sa'di]]></category>
		<category><![CDATA[tabarruk]]></category>
		<category><![CDATA[talang ka'bah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Saat sampai kepadaku syubhat berupa kisah dialog antara as-Sayyid &#39;Alwiy al-Maliki dan Syaikh &#39;Abdurrahman bin Sa&#39;di, saya tidak berminat menjawabnya pada waktu ini, mengingat kesibukanku dalam mendakwahi Nasrani dan Syi&#39;ah. Akan tetapi saya terpaksa menjawab syubhat ini tanpa menundanya, karena melihat kepentingannya, bahayanya, dan penyebarannya. Juga karena syubhat tersebut sampai kepada saya dari orang yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-76-dialog-alwiy-al-maliki-dan-ibn-sadi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-75: Kartu Kredit</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-75-kartu-kredit</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-75-kartu-kredit#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 01:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-masalah Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. 'Abdullah al-Mushlih]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Shalah ash-Shawi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[hukum kartu kredit dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum kartu kredit menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum kartu kredit syariah]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah kartu kredit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[Kartu kredit yaitu kartu yang dikeluarkan oleh pihak Bank dan sejenisnya yang dapat digunakan oleh pembawanya untuk membeli segala keperluan dan barang-barang serta pelayanan tertentu secara utang. Kalau kita terjemahkan kata 'kredit giro' ini secara langsung artinya adalah kartu pinjaman. Atau kartu yang memberikan kesempatan kepada pembawanya untuk mendapatkan pinjaman.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-75-kartu-kredit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-74: Hak Cipta Karya Tulis</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-74-hak-cipta-karya-tulis</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-74-hak-cipta-karya-tulis#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 01:19:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-masalah Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. 'Abdullah al-Mushlih]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Shalah ash-Shawi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel hak cipta]]></category>
		<category><![CDATA[artikel tentang hak cipta]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta adalah]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta atas kekayaan intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta menurut islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Islam dahulu dan juga pada masa-masa perkembangan dunia tulis-menulis dalam berbagai disiplin ilmu sudah mengenal sebuah aturan untuk mengabadikan nama-nama penulisnya dan menuliskannya di kulit buku. Mungkin pusat pengabadian nama-nama penulis terbesar pada masa itu adalah Darul-'Ilmi di Baghdad yang reputasinya sudah tersiar dimana-mana, sehingga banyak orang yang datang mengunjunginya untuk lebih mengenal isi perpustakaan tersebut. Para ulama kontemporer juga telah membolehkan mengganti rugi hak cipta, karena penulis memiliki hak tertentu. Kaidah-kaidah ajaran syari'at juga memberi konsekuensi pemeliharaan hak-hak para pemilik hasil cipta. Dengan demikian, kepemilikan itupun bisa berpindah kepada orang lain dengan mediator yang berfungsi memindahkan kepemilikan, seperti jual-beli, warisan dan sejenisnya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-74-hak-cipta-karya-tulis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-73: Bursa Saham dalam Perspektif Islam</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-73-bursa-saham-dalam-perspektif-islam</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-73-bursa-saham-dalam-perspektif-islam#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 05:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-masalah Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. 'Abdullah al-Mushlih]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Shalah ash-Shawi]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu saham]]></category>
		<category><![CDATA[artikel saham]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis saham]]></category>
		<category><![CDATA[bursa]]></category>
		<category><![CDATA[bursa komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[bursa saham]]></category>
		<category><![CDATA[hukum saham]]></category>
		<category><![CDATA[hukum saham dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum saham menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[investasi saham]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian bursa]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[saham adalah]]></category>
		<category><![CDATA[saham dalam pandangan islam]]></category>
		<category><![CDATA[saham syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Bursa adalah pasar yang di dalamnya berjalan usaha jual-beli saham. Berkaitan dengan hasil bumi, juga melibatkan para broker yang menjadi perantara antara penjual dengan pembeli. Target bursa adalah menciptakan pasar simultan dan kontinu dimana penawaran dan permintaan serta orang-orang yang hendak melakukan perjanjian jual-beli dipertemukan.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-73-bursa-saham-dalam-perspektif-islam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-72: Buku-buku yang Sebaiknya Dibaca</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-72-buku-buku-yang-sebaiknya-dibaca</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-72-buku-buku-yang-sebaiknya-dibaca#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 13:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab/Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Menyerap ilmu bisa dilakukan salah satunya dengan membaca buku. Tapi kalau sembarang buku dibaca justru racun yang masuk. Buku dari kalangan liberalis yang dibangun di atas filsafat ahli kalam, misalnya. Berikut kami tampilkan beberapa buku yang layak dibaca oleh kaum Muslimin. Buku-buku ini telah direkomendasikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah. Kiranya daftar ini bisa menjadi salah satu acuan.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-72-buku-buku-yang-sebaiknya-dibaca/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-71: Bom dan Cadar</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-71-bom-dan-cadar</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-71-bom-dan-cadar#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 13:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Mush'ab]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-masalah Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[cadar]]></category>
		<category><![CDATA[Ka'ab bin al-Asyraf]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa peledakan bom di Legian, Bali, pada tanggal 12 Oktober 2002, sampai hari ini masih hangat dibicarakan di mana-mana. Terlebih ketika diberitakan bahwa istri-istri dari sebagian pelaku peledakan tersebut mengenakan cadar. Akhirnya memunculkan berbagai macam komentar miring, diantaranya adalah komentar sebagian orang bahwa antara bom dan cadar itu terdapat hubungan yang sangat erat ibarat eratnya hubungan antara suami dan istri. Bahkan ada yang sampai menyamaratakan (gebyah uyah) bahwa semua wanita yang bercadar, suaminya adalah teroris! Belum lagi kalau kita lihat dari sikap kebanyakan orang bila melihat wanita yang bercadar. Semua mata akan tertuju kepadanya seolah-olah mereka berkata; “Inilah pendukung teroris!” Lalu, bagaimana sikap kita? Apakah kita akan ikut berkomentar sebagaimana orang berkomentar? Yaitu tanpa didasari dengan ilmu dan semata-mata hanya berdasarkan analisa-analisa akal atau ra'yu (pendapat)!!! Semestinya kita sebagai seorang Muslim setiap mengucapkan suatu ucapan dan melakukan suatu perbuatan, apalagi dalam bersikap, haruslah berdasarkan ilmu sebagaimana yang dikatakan Imam Bukhari. Untuk itu, sekali lagi mari kita lihat permasalahan ini dengan tolok ukur al-Qur'an dan as-Sunnah menurut pemahaman Salaful-Ummah. Kalau kita tidak mampu melihat langsung dengan tolok ukur tersebut, maka hendaknya kita bertanya kepada ulama yang memahami al-Qur'an dan as-Sunnah menurut pemahaman Salaful-Ummah dalam rangka mengamalkan perintah Allah: “…maka bertanyalah kamu sekalian kepada orang-orang yang berilmu apabila kamu tidak mengetahui.” (QS. an-Nahl [16] : 43)]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-71-bom-dan-cadar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-69: Hukum Menamai Negeri Yahudi dengan Israel</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-69-hukum-menamai-negeri-yahudi-dengan-israel</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-69-hukum-menamai-negeri-yahudi-dengan-israel#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 00:19:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah as-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh al-'Alamah Prof. Dr. Rabi bin Hadi al-Madkhali]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Ya'qub]]></category>
		<category><![CDATA[penamaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Diantara fenomena ganjil yang tersebar yang tersebar di kalangan kaum Muslimin adalah menamai dan menyebut negeri Yahudi yang dimurkai Allah dengan “Israel”! Banyak kaum Muslimin yang membawa nama Rasul ini ketika mencela negeri Yahudi ini dengan mengatakan; “Israel telah melakukan ini, Israel telah melakukan itu, Israel akan melakukan ini dan itu!” Hal ini menurut pandanganku adalah perkara yang mungkar, sekedar wujudnya saja tidak boleh ada pada kaum Muslimin, apalagi menjadi fenomena yang menyebar di kalangan mereka tanpa ada satu pun yang mengingkari!]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-69-hukum-menamai-negeri-yahudi-dengan-israel/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-68: Yahudi Bukan Isra’il</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-68-yahudi-bukan-israil</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-68-yahudi-bukan-israil#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 00:04:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah as-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Bakar bin 'Abdillah Abu Zaid]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Isra'il]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Ya'qub]]></category>
		<category><![CDATA[penamaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Jika seseorang menyebut Isra'il, maka kata ini selalu disandingkan dengan Yahudi. Ini terjadi di banyak kalangan dari media, forum diskusi, bahkan majelis-majelis ta'lim, tak urung para pembicara tidak membedakan antara Yahudi dengan Isra'il. Seakan dua kata ini memiliki terminologi yang sama. Yahudi adalah Isra'il, dan Isra'il adalah Yahudi. Padahal penisbatan Yahudi kepada Isra'il merupakan kekeliruan! Lantas, bagaimana kedua hal ini bisa disebut berbeda? Berikut ini kami sampaikan penjelasan mengenai perbedaan ini, menurut pandangan Syaikh Bakar bin 'Abdillah Abu Zaid dan Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-68-yahudi-bukan-israil/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-67: Yahudi, Umat Berkarakter Buruk</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-67-yahudi-umat-berkarakter-buruk</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-67-yahudi-umat-berkarakter-buruk#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[al-Ustadz Khairul Wazni, Lc.]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Lajnah Mutaba’ah Markaz Albani Yordania]]></category>
		<category><![CDATA[musuh umat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[umat terlaknat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Yahudi adalah bangsa yang karakternya sangat buruk, begitu buruk. Merasa sebagai bangsa yang unggul pilihan Allah, dan menganggap pihak luar, apalagi yang tidak mendukung, sebagai bangsa yang harus dijajah bahkan dimusnahkan. Kecurigaan mereka terhadap Muslimin begitu besar, sehingga permusuhan mereka pun paling kuat. Kita coba angkat nash syari'at yang memaparkan buruknya karakter bangsa Yahudi. Perlu juga diulas bagaimana para ulama lewat fatwanya yang didasarkan pada al-Kitab dan as-Sunnah menuntun kita dalam menyikapinya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-67-yahudi-umat-berkarakter-buruk/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-66: Yahudi Musuh Sejati</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-66-yahudi-musuh-sejati</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-66-yahudi-musuh-sejati#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[al-Ustadz Khairul Wazni, Lc.]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[masjid al-Khalil]]></category>
		<category><![CDATA[musuh umat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Kesewenangan dan permusuhan Yahudi tiada henti. Mereka tidak akan pernah senang terhadap Islam. Sejak zaman Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, makar demi makar mereka lakukan. Banyak yang lupa bahwa permusuhan Yahudi sudah berlangsung lama, sejak berdirinya negara Islam di Madinah Nabawiyah dibawah pimpinan Muhammad Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan kualitas permusuhan dan kebencian Yahudi, mereka adalah musuh sejati. “Sesungguhnya engkau akan mendapatkan orang yang paling keras permusuhannya dengan orang yang beriman adalah orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. al-Maidah [5] : 82)]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-66-yahudi-musuh-sejati/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

