<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahlus-Sunnah wal-Jama&#039;ah Indonesia &#187; Penulis</title>
	<atom:link href="http://ahlussunnah.info/kategori/penulis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahlussunnah.info</link>
	<description>Apabila Telah Shahih Suatu Hadits, Maka Itulah Madzhab Kami</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 13:09:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Artikel ke-75, Kartu Kredit</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/07/08/artikel-ke-75-kartu-kredit</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/07/08/artikel-ke-75-kartu-kredit#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 01:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-masalah Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. 'Abdullah al-Mushlih]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Shalah ash-Shawi]]></category>
		<category><![CDATA[hukum kartu kredit dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum kartu kredit menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum kartu kredit syariah]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[Kartu kredit yaitu kartu yang dikeluarkan oleh pihak Bank dan sejenisnya yang dapat digunakan oleh pembawanya untuk membeli segala keperluan dan barang-barang serta pelayanan tertentu secara utang. Kalau kita terjemahkan kata 'kredit giro' ini secara langsung artinya adalah kartu pinjaman. Atau kartu yang memberikan kesempatan kepada pembawanya untuk mendapatkan pinjaman.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/07/08/artikel-ke-75-kartu-kredit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-74, Hak Cipta Karya Tulis</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/07/08/artikel-ke-74-hak-cipta-karya-tulis</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/07/08/artikel-ke-74-hak-cipta-karya-tulis#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 01:19:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-masalah Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. 'Abdullah al-Mushlih]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Shalah ash-Shawi]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta adalah]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta atas kekayaan intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta menurut islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Islam dahulu dan juga pada masa-masa perkembangan dunia tulis-menulis dalam berbagai disiplin ilmu sudah mengenal sebuah aturan untuk mengabadikan nama-nama penulisnya dan menuliskannya di kulit buku. Mungkin pusat pengabadian nama-nama penulis terbesar pada masa itu adalah Darul-'Ilmi di Baghdad yang reputasinya sudah tersiar dimana-mana, sehingga banyak orang yang datang mengunjunginya untuk lebih mengenal isi perpustakaan tersebut. Para ulama kontemporer juga telah membolehkan mengganti rugi hak cipta, karena penulis memiliki hak tertentu. Kaidah-kaidah ajaran syari'at juga memberi konsekuensi pemeliharaan hak-hak para pemilik hasil cipta. Dengan demikian, kepemilikan itupun bisa berpindah kepada orang lain dengan mediator yang berfungsi memindahkan kepemilikan, seperti jual-beli, warisan dan sejenisnya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/07/08/artikel-ke-74-hak-cipta-karya-tulis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-73, Bursa Saham dalam Perspektif Islam</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/07/07/artikel-ke-73-bursa-saham-dalam-perspektif-islam</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/07/07/artikel-ke-73-bursa-saham-dalam-perspektif-islam#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 05:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-masalah Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. 'Abdullah al-Mushlih]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Shalah ash-Shawi]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu saham]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis saham]]></category>
		<category><![CDATA[bursa]]></category>
		<category><![CDATA[bursa komoditi]]></category>
		<category><![CDATA[bursa saham]]></category>
		<category><![CDATA[hukum saham]]></category>
		<category><![CDATA[hukum saham dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum saham menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[investasi saham]]></category>
		<category><![CDATA[pasar saham]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian bursa]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[saham adalah]]></category>
		<category><![CDATA[saham syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Bursa adalah pasar yang di dalamnya berjalan usaha jual-beli saham. Berkaitan dengan hasil bumi, juga melibatkan para broker yang menjadi perantara antara penjual dengan pembeli. Target bursa adalah menciptakan pasar simultan dan kontinu dimana penawaran dan permintaan serta orang-orang yang hendak melakukan perjanjian jual-beli dipertemukan.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/07/07/artikel-ke-73-bursa-saham-dalam-perspektif-islam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-72, Buku-buku yang Sebaiknya Dibaca</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/27/artikel-ke-72-buku-buku-yang-sebaiknya-dibaca</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/27/artikel-ke-72-buku-buku-yang-sebaiknya-dibaca#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 13:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab/Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Menyerap ilmu bisa dilakukan salah satunya dengan membaca buku. Tapi kalau sembarang buku dibaca justru racun yang masuk. Buku dari kalangan liberalis yang dibangun di atas filsafat ahli kalam, misalnya. Berikut kami tampilkan beberapa buku yang layak dibaca oleh kaum Muslimin. Buku-buku ini telah direkomendasikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah. Kiranya daftar ini bisa menjadi salah satu acuan.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/27/artikel-ke-72-buku-buku-yang-sebaiknya-dibaca/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-71, Bom dan Cadar</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/27/artikel-ke-71-bom-dan-cadar</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/27/artikel-ke-71-bom-dan-cadar#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 13:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Mush'ab]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah-masalah Kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[cadar]]></category>
		<category><![CDATA[Ka'ab bin al-Asyraf]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa peledakan bom di Legian, Bali, pada tanggal 12 Oktober 2002, sampai hari ini masih hangat dibicarakan di mana-mana. Terlebih ketika diberitakan bahwa istri-istri dari sebagian pelaku peledakan tersebut mengenakan cadar. Akhirnya memunculkan berbagai macam komentar miring, diantaranya adalah komentar sebagian orang bahwa antara bom dan cadar itu terdapat hubungan yang sangat erat ibarat eratnya hubungan antara suami dan istri. Bahkan ada yang sampai menyamaratakan (gebyah uyah) bahwa semua wanita yang bercadar, suaminya adalah teroris! Belum lagi kalau kita lihat dari sikap kebanyakan orang bila melihat wanita yang bercadar. Semua mata akan tertuju kepadanya seolah-olah mereka berkata; “Inilah pendukung teroris!” Lalu, bagaimana sikap kita? Apakah kita akan ikut berkomentar sebagaimana orang berkomentar? Yaitu tanpa didasari dengan ilmu dan semata-mata hanya berdasarkan analisa-analisa akal atau ra'yu (pendapat)!!! Semestinya kita sebagai seorang Muslim setiap mengucapkan suatu ucapan dan melakukan suatu perbuatan, apalagi dalam bersikap, haruslah berdasarkan ilmu sebagaimana yang dikatakan Imam Bukhari. Untuk itu, sekali lagi mari kita lihat permasalahan ini dengan tolok ukur al-Qur'an dan as-Sunnah menurut pemahaman Salaful-Ummah. Kalau kita tidak mampu melihat langsung dengan tolok ukur tersebut, maka hendaknya kita bertanya kepada ulama yang memahami al-Qur'an dan as-Sunnah menurut pemahaman Salaful-Ummah dalam rangka mengamalkan perintah Allah: “…maka bertanyalah kamu sekalian kepada orang-orang yang berilmu apabila kamu tidak mengetahui.” (QS. an-Nahl [16] : 43)]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/27/artikel-ke-71-bom-dan-cadar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-69, Hukum Menamai Negeri Yahudi dengan Israel</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/24/artikel-ke-69-hukum-menamai-negeri-yahudi-dengan-israel</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/24/artikel-ke-69-hukum-menamai-negeri-yahudi-dengan-israel#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 00:19:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah as-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh al-'Alamah Prof. Dr. Rabi bin Hadi al-Madkhali]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Ya'qub]]></category>
		<category><![CDATA[penamaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[Diantara fenomena ganjil yang tersebar yang tersebar di kalangan kaum Muslimin adalah menamai dan menyebut negeri Yahudi yang dimurkai Allah dengan “Israel”! Banyak kaum Muslimin yang membawa nama Rasul ini ketika mencela negeri Yahudi ini dengan mengatakan; “Israel telah melakukan ini, Israel telah melakukan itu, Israel akan melakukan ini dan itu!” Hal ini menurut pandanganku adalah perkara yang mungkar, sekedar wujudnya saja tidak boleh ada pada kaum Muslimin, apalagi menjadi fenomena yang menyebar di kalangan mereka tanpa ada satu pun yang mengingkari!]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/24/artikel-ke-69-hukum-menamai-negeri-yahudi-dengan-israel/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-68, Yahudi Bukan Isra&#8217;il</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/24/artikel-ke-68-yahudi-bukan-israil</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/24/artikel-ke-68-yahudi-bukan-israil#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 00:04:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah as-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Bakar bin 'Abdillah Abu Zaid]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Isra'il]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Ya'qub]]></category>
		<category><![CDATA[penamaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Jika seseorang menyebut Isra'il, maka kata ini selalu disandingkan dengan Yahudi. Ini terjadi di banyak kalangan dari media, forum diskusi, bahkan majelis-majelis ta'lim, tak urung para pembicara tidak membedakan antara Yahudi dengan Isra'il. Seakan dua kata ini memiliki terminologi yang sama. Yahudi adalah Isra'il, dan Isra'il adalah Yahudi. Padahal penisbatan Yahudi kepada Isra'il merupakan kekeliruan! Lantas, bagaimana kedua hal ini bisa disebut berbeda? Berikut ini kami sampaikan penjelasan mengenai perbedaan ini, menurut pandangan Syaikh Bakar bin 'Abdillah Abu Zaid dan Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/24/artikel-ke-68-yahudi-bukan-israil/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-67, Yahudi, Umat Berkarakter Buruk</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-67-yahudi-umat-berkarakter-buruk</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-67-yahudi-umat-berkarakter-buruk#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[al-Ustadz Khairul Wazni, Lc.]]></category>
		<category><![CDATA[Lajnah Mutaba’ah Markaz Albani Yordania]]></category>
		<category><![CDATA[musuh umat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[umat terlaknat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Yahudi adalah bangsa yang karakternya sangat buruk, begitu buruk. Merasa sebagai bangsa yang unggul pilihan Allah, dan menganggap pihak luar, apalagi yang tidak mendukung, sebagai bangsa yang harus dijajah bahkan dimusnahkan. Kecurigaan mereka terhadap Muslimin begitu besar, sehingga permusuhan mereka pun paling kuat. Kita coba angkat nash syari'at yang memaparkan buruknya karakter bangsa Yahudi. Perlu juga diulas bagaimana para ulama lewat fatwanya yang didasarkan pada al-Kitab dan as-Sunnah menuntun kita dalam menyikapinya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-67-yahudi-umat-berkarakter-buruk/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-66, Yahudi Musuh Sejati</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-66-yahudi-musuh-sejati</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-66-yahudi-musuh-sejati#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[al-Ustadz Khairul Wazni, Lc.]]></category>
		<category><![CDATA[masjid al-Khalil]]></category>
		<category><![CDATA[musuh umat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Kesewenangan dan permusuhan Yahudi tiada henti. Mereka tidak akan pernah senang terhadap Islam. Sejak zaman Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, makar demi makar mereka lakukan. Banyak yang lupa bahwa permusuhan Yahudi sudah berlangsung lama, sejak berdirinya negara Islam di Madinah Nabawiyah dibawah pimpinan Muhammad Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan kualitas permusuhan dan kebencian Yahudi, mereka adalah musuh sejati. “Sesungguhnya engkau akan mendapatkan orang yang paling keras permusuhannya dengan orang yang beriman adalah orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. al-Maidah [5] : 82)]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-66-yahudi-musuh-sejati/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-65, Janji Sejarah Palestina</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-65-janji-sejarah-palestina</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-65-janji-sejarah-palestina#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:19:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Tarikh Islam (Sejarah Islam)]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Baitul-Maqdis]]></category>
		<category><![CDATA[Haikal Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid al-Aqsha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Di bumi yang mulia itulah kelak akan menjadi pusat al-Khilafah al-Islamiyah. “Wahai Ibnu Hawalah, jika engkau melihat khilafah telah menguasai tanah yang disucikan, maka (ketahuilah bahwa) sungguh telah dekat (waktu terjadinya) gempa-gempa bumi, kekacauan-kekacauan, dan peristiwa-peristiwa penting, dan hari kiamat saat itu lebih dekat dengan umat manusia daripada dekatnya tanganku ini dengan kepalamu.” (Riwayat Abu Dawud dan Ahmad dari 'Abdullah bin Hawalah al-Azadi) Disanalah berkumpul orang-orang pilihan yang senantiasa menyerukan kebenaran hingga datang hari kiamat. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda; “Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang tetap tegak di atas kebenaran, akan mengalahkan musuh-musuh mereka. Tidak membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka, kecuali kesulitan-kesulitan yang menimpa mereka. Keadaan mereka akan senantiasa seperti itu sampai datang keputusan dari Allah.” Para sahabat bertanya; “Lalu dimana mereka, wahai Rasulullah?” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab; “Di Baitul-Maqdis dan sekitarnya.” (Musnad Imam Ahmad, Kitab Baqi Musnad al-Anshar (21816))]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-65-janji-sejarah-palestina/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-64, Adab Terhadap Buku</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-64-adab-terhadap-buku</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-64-adab-terhadap-buku#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA['Abdul-'Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada]]></category>
		<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab/Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Ensiklopedi Adab Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Tidak hanya terhadap makhluk hidup, terhadap benda mati pun (dalam hal ini; buku) kita dituntut untuk memiliki adab. Dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan penjelasan mengenai adab terhadap buku. Buku adalah permisalan sebuah ilmu dan ilmu merupakan sesuatu yang paling berharga yang dimiliki oleh seseorang. Buku juga merupakan harta yang wajib dijaga dan tidak boleh ditelantarkan. Ada 9 (sembilan) adab terhadap buku yang dijelaskan dalam artikel ini, untuk lebih lengkapnya silakan membaca artikel ini lebih lanjut.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/03/artikel-ke-64-adab-terhadap-buku/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-63, Ahmad bin Hambal, Imam Ahlus-Sunnah wal-Jama&#8217;ah</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-63-ahmad-bin-hambal-imam-ahlus-sunnah-wal-jamaah</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-63-ahmad-bin-hambal-imam-ahlus-sunnah-wal-jamaah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 02:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok/Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Yaumul-Mihnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Imam Syafi'i berkata; “Aku keluar (meninggalkan) Baghdad, sementara itu tidak aku tinggalkan di kota tersebut orang yang lebih wara’, lebih faqih, dan lebih bertakwa daripada Ahmad bin Hambal.”]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-63-ahmad-bin-hambal-imam-ahlus-sunnah-wal-jamaah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-62, Imam Syafi&#8217;i, Nashirus-Sunnah wal-Hadits, Sang Pembela Sunnah dan Hadits Nabi</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-62-imam-syafii-nashirus-sunnah-wal-hadits-sang-pembela-sunnah-dan-hadits-nabi</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-62-imam-syafii-nashirus-sunnah-wal-hadits-sang-pembela-sunnah-dan-hadits-nabi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 02:46:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok/Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu kalam]]></category>
		<category><![CDATA[Imam asy-Syafi’i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Beliau telah menghafal al-Qur'an pada saat berusia 7 (tujuh) tahun, lalu membaca dan menghafal kitab al-Muwaththa' karya Imam Malik pada usia 12 (dua belas) tahun. Beliau bernama Muhammad dengan kun-yah Abu 'Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-'Abbas bin 'Utsman bin Syafi' bin as-Saib bin 'Ubaid bin 'Abdu Yazid bin Hisyam bin al-Muththalib bin 'Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada diri 'Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kadang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Hasyim bin Abdu Manaf (saudara al-Muththalib).]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-62-imam-syafii-nashirus-sunnah-wal-hadits-sang-pembela-sunnah-dan-hadits-nabi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-61, Imam Malik, Imam Darul-Hijrah</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-61-imam-malik-imam-darul-hijrah</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-61-imam-malik-imam-darul-hijrah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 02:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abu Humaid Arif Syarifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok/Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Darul-Hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Malik]]></category>
		<category><![CDATA[istiwa']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Islam adalah agama yang Allah Subhanahu wa Ta'ala ridhai. Diantara bentuk keridhaan-Nya adalah menjaga agama Islam ini dari kepunahan dan kerusakan. Satu diantara bentuk penjagaan itu ialah dengan memunculkan para ulama sebagai penerus dan pewaris Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam rangka menyampaikan risalah suci kepada manusia, membela dan mempertahankannya dari gangguan 'tangan-tangan' musuh Islam dan muslimin, yang tidak senang dengan langgengnya kemurnian Islam. Baik dari orang-orang kafir, kaum munafik, ahli bid'ah atau siapa saja yang serupa dan mengikuti jejak mereka. Banyak sekali ulama Islam yang muncul setelah masa kenabian, dan salah satunya adalah yang ingin kami hadirkan ke hadapan para pembaca guna mengambil pelajaran dan ibrah dari perjalanan hidupnya. Dia adalah salah satu dari empat imam dari generasi ketiga yang tentu tidak asing lagi di telinga kita.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-61-imam-malik-imam-darul-hijrah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-60, Imam Abu Hanifah</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-60-imam-abu-hanifah</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-60-imam-abu-hanifah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 02:25:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok/Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Abu Hanifah]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[Imam Abu Hanifah an-Nu'man bin Tsabit al-Kufiy merupakan orang yang faqih di negeri Irak, salah satu imam dari kaum muslimin, pemimpin orang-orang alim, salah seorang yang mulia dari kalangan ulama dan salah satu imam dari empat imam yang memiliki madzhab. Beliau adalah Abu Hanifah an-Nu'man bin Tsabit bin Zuthi (ada yang mengatakan Zutha) at-Taimi al-Kufi maula bani Taimillah bin Tsa'labah. Beliau berasal dari keturunan bangsa Persi. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H pada masa shigharus-shahabah.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/06/02/artikel-ke-60-imam-abu-hanifah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-59, Imam yang Empat adalah Satu, Mengapa Kita Berselisih?</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/05/01/artikel-ke-59-imam-yang-empat-adalah-satu-mengapa-kita-berselisih</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/05/01/artikel-ke-59-imam-yang-empat-adalah-satu-mengapa-kita-berselisih#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 11:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj as-Salafush-Shalih]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Empat]]></category>
		<category><![CDATA[mu'aththil (pelaku ta'thil)]]></category>
		<category><![CDATA[musyabbih (pelaku tasybih)]]></category>
		<category><![CDATA[muwafidhdhah]]></category>
		<category><![CDATA[perpecahan umat]]></category>
		<category><![CDATA[ta'thil]]></category>
		<category><![CDATA[takwil]]></category>
		<category><![CDATA[tamtsil]]></category>
		<category><![CDATA[tasybih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Imam, pemimpin panutan, sebenarnya sangatlah banyak. Sejak zaman para sahabat hingga kini jumlahnya tak terhitung dengan jari. Namun adalah suatu kenyataan bahwa imam yang begitu masyhur di kalangan umat, tidak hanya di Indonesia, adalah imam yang empat. Tersebutlah nama Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad yang sering menjadi rujukan oleh kebanyakan kaum muslimin. Meski banyak yang mengenalnya dan mengaku sebagai orang yang mengikutinya, ternyata tidak banyak yang mengetahui pendapatnya secara valid. Kebanyakan orang memang hanya mendengar dari orang lain atau tulisan orang lain. Pendapat dan pandangan yang banyak diketahui sebenarnya 'hanyalah' hanafiyyah, malikiyyah, syafi'iyyah, ataupun hanbaliyyah, dalam artian berbagai hal yang dinisbahkan (disandarkan) kepada masing-masing empat imam tersebut. Secara mendasar bisa jadi justru tidak sesuai dengan pendapat dan tulisan para imam yang empat tersebut seperti yang terdapat dalam kitab-kitab karyanya. Karena kebanyakan hanya berasal dari turunan dari tulisan orang-orang yang menisbahkan diri pada madzhab (pandangan) empat yang tidak jarang diwarnai ketidak-tahuan atau bahkan fanatik terhadap madzhab yang empat.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/05/01/artikel-ke-59-imam-yang-empat-adalah-satu-mengapa-kita-berselisih/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-58, Rujuk kepada Petunjuk Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/05/01/artikel-ke-58-rujuk-kepada-petunjuk-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/05/01/artikel-ke-58-rujuk-kepada-petunjuk-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 10:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj as-Salafush-Shalih]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Abu Hanifah]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Ahmad bin Hanbal]]></category>
		<category><![CDATA[Imam asy-Syafi’i]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Empat]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Malik bin Anas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Para imam banyak menulis kitab untuk menuangkan pendapatnya tentang berbagai hal. Dalam perkembangannya pendapat-pendapat tersebut membentuk berbagai madzhab, diantaranya adalah 4 (empat) madzhab yang terkenal di Indonesia.

Sayang, banyak yang kemudian terjerumus pada sikap fanatik madzhab, seakan-akan pendapat imam adalah sebuah aksioma agama yang tidak bisa diutak-atik. Sementara para imam tidak pernah menyarankan sikap demikian. Justru para imam tersebut memberikan contoh yang sebaliknya, agar umat Islam selalu mengembalikan pendapat pada petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dalam artikel berikut, Saudara dapat melihat beberapa perkataan (qaul) mereka.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/05/01/artikel-ke-58-rujuk-kepada-petunjuk-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-57, Berkenalan dengan 4 (Empat) Imam</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/05/01/artikel-ke-57-berkenalan-dengan-4-empat-imam</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/05/01/artikel-ke-57-berkenalan-dengan-4-empat-imam#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 10:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj as-Salafush-Shalih]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok/Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Abu Hanifah]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Ahmad bin Hanbal]]></category>
		<category><![CDATA[Imam asy-Syafi'i]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Empat]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Malik bin Anas]]></category>
		<category><![CDATA[sirah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Melalui tulisan ini Anda akan diajak untuk mengenal biografi imam yang empat secara singkat. Perjalanan hidup mereka sejak lahir hingga wafatnya. Pemaparan ini diharapkan bisa memberikan sedikit pengetahuan kepada Anda mengenai imam yang empat. Namun demikian, tulisan ini bukan untuk membatasi bahwa imam dalam perjalanan kaum muslimin hanya terbatas pada 4 (empat) imam tersebut. Sebelum dan sesudah mereka ada banyak imam, baik yang masyhur maupun tidak. Agama Islam adalah agama yang sempurna dengan kenabian Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga tak layak dibatasi oleh sekat pendapat satu atau dua imam. Tulisan ini sekadar untuk sedikit mencoba menunjukkan sikap penghormatan kepada ulama besar.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/05/01/artikel-ke-57-berkenalan-dengan-4-empat-imam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-56, Penjelasan Syaikh &#8216;Abdul-Aziz bin &#8216;Abdullah bin Baz tentang Kesesatan Muhammad Alawi al-Maliki</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/04/29/artikel-ke-56-penjelasan-syaikh-abdul-aziz-bin-abdullah-bin-baz-tentang-kesesatan-muhammad-alawi-al-maliki</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/04/29/artikel-ke-56-penjelasan-syaikh-abdul-aziz-bin-abdullah-bin-baz-tentang-kesesatan-muhammad-alawi-al-maliki#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 07:07:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok/Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Abdul-Aziz bin 'Abdullah bin Baz]]></category>
		<category><![CDATA[adz-Dzakhair al-Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Hiwar Ma’a al-Maliki fi Raddi Munkaraatihi wa Dhalaalatihi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Alawi al-Maliki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah membaca seabrek kemungkaran di buku-buku Muhammad Alawi Maliki, terutama buku tercelanya, adz-Dzakhair al-Muhammadiyah. Dalam buku tersebut, ia menisbatkan sejumlah sifat Allah Ta’ala kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Misalnya, ucapan Maliki bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kunci-kunci langit dan bumi, berhak membagi lahan di Surga, mengetahui hal ghaib, ruh dan lima hal yang hanya diketahui Allah secara khusus, semua makhluk diciptakan karena Beliau, dan malam kelahiran beliau lebih mulia dari Lailatul-Qadar. Banyak ulama, terutama Haiah Kibar al-Ulama, mengeluarkan pernyataan No. 86 tanggal 11/11/1401H, berisi pengingkaran atas ajakan Maliki kepada syirik kepada Allah, bid’ah, kemungkaran, kesesatan, dan jauh dari manhaj generasi Salaf, yaitu akidah yang bersih dan menyembah Allah dengan benar dalam uluhiyyah, rububiyyah, kesempurnaan Dzat dan Sifat-sifat-Nya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/04/29/artikel-ke-56-penjelasan-syaikh-abdul-aziz-bin-abdullah-bin-baz-tentang-kesesatan-muhammad-alawi-al-maliki/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-55, Ajaran Kejawen Sapto Darmo dalam Pandangan Islam (Bagian Kedua dari Dua Tulisan)</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/04/29/artikel-ke-55-ajaran-kejawen-sapto-darmo-dalam-pandangan-islam-bagian-kedua-dari-dua-tulisan</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/04/29/artikel-ke-55-ajaran-kejawen-sapto-darmo-dalam-pandangan-islam-bagian-kedua-dari-dua-tulisan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 06:17:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kejawen Sapto Darmo (Hindu Jawa)]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Madiyono]]></category>
		<category><![CDATA[1964 Masehi]]></category>
		<category><![CDATA[aliran kebatinan]]></category>
		<category><![CDATA[aliran kepercayaan]]></category>
		<category><![CDATA[animisme]]></category>
		<category><![CDATA[Bopo Panuntun Gutama]]></category>
		<category><![CDATA[dinamisme]]></category>
		<category><![CDATA[Hardjosapuro]]></category>
		<category><![CDATA[hindu jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Juru Bicara Tuntunan Agung]]></category>
		<category><![CDATA[kejawen]]></category>
		<category><![CDATA[kejawen hindu]]></category>
		<category><![CDATA[kejawen islam]]></category>
		<category><![CDATA[kejawen jawa]]></category>
		<category><![CDATA[kejawen menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[kejawen pdf]]></category>
		<category><![CDATA[kejawen solo]]></category>
		<category><![CDATA[Sapto Darmo]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Pawenang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Pada edisi sebelumnya telah dibahas mengenai sejarah berdirinya ajaran Sapto Darmo serta beberapa ajaran pokoknya, yaitu; (1) Tujuh kewajiban suci Sapto Darmo, (2) Panca sifat manusia, (3) Konsep kitab suci, dan (4) Konsep tentang alam. Pada edisi kali ini kami mencoba mengupas lebih jauh lagi tentang pokok-pokok ajaran Sapto Darmo, sehingga lebih jelas lagi -Insya Allah- bahwa ajaran ini sangat bertentangan dengan Islam.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/04/29/artikel-ke-55-ajaran-kejawen-sapto-darmo-dalam-pandangan-islam-bagian-kedua-dari-dua-tulisan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
