<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahlus-Sunnah wal-Jama&#039;ah Indonesia &#187; Redaksi Majalah Fatawa</title>
	<atom:link href="http://ahlussunnah.info/kategori/penulis/redaksi-majalah-fatawa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahlussunnah.info</link>
	<description>Apabila Telah Shahih Suatu Hadits, Maka Itulah Madzhab Kami</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Jun 2011 02:40:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Artikel ke-72: Buku-buku yang Sebaiknya Dibaca</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-72-buku-buku-yang-sebaiknya-dibaca</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-72-buku-buku-yang-sebaiknya-dibaca#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 13:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab/Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Menyerap ilmu bisa dilakukan salah satunya dengan membaca buku. Tapi kalau sembarang buku dibaca justru racun yang masuk. Buku dari kalangan liberalis yang dibangun di atas filsafat ahli kalam, misalnya. Berikut kami tampilkan beberapa buku yang layak dibaca oleh kaum Muslimin. Buku-buku ini telah direkomendasikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah. Kiranya daftar ini bisa menjadi salah satu acuan.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-72-buku-buku-yang-sebaiknya-dibaca/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-65: Janji Sejarah Palestina</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-65-janji-sejarah-palestina</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-65-janji-sejarah-palestina#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 03:19:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Tarikh Islam (Sejarah Islam)]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Baitul-Maqdis]]></category>
		<category><![CDATA[Haikal Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid al-Aqsha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Di bumi yang mulia itulah kelak akan menjadi pusat al-Khilafah al-Islamiyah. “Wahai Ibnu Hawalah, jika engkau melihat khilafah telah menguasai tanah yang disucikan, maka (ketahuilah bahwa) sungguh telah dekat (waktu terjadinya) gempa-gempa bumi, kekacauan-kekacauan, dan peristiwa-peristiwa penting, dan hari kiamat saat itu lebih dekat dengan umat manusia daripada dekatnya tanganku ini dengan kepalamu.” (Riwayat Abu Dawud dan Ahmad dari 'Abdullah bin Hawalah al-Azadi) Disanalah berkumpul orang-orang pilihan yang senantiasa menyerukan kebenaran hingga datang hari kiamat. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda; “Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang tetap tegak di atas kebenaran, akan mengalahkan musuh-musuh mereka. Tidak membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka, kecuali kesulitan-kesulitan yang menimpa mereka. Keadaan mereka akan senantiasa seperti itu sampai datang keputusan dari Allah.” Para sahabat bertanya; “Lalu dimana mereka, wahai Rasulullah?” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab; “Di Baitul-Maqdis dan sekitarnya.” (Musnad Imam Ahmad, Kitab Baqi Musnad al-Anshar (21816))]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-65-janji-sejarah-palestina/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-63: Ahmad bin Hambal, Imam Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-63-ahmad-bin-hambal-imam-ahlus-sunnah-wal-jamaah</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-63-ahmad-bin-hambal-imam-ahlus-sunnah-wal-jamaah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 02:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok/Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Yaumul-Mihnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Imam Syafi'i berkata; “Aku keluar (meninggalkan) Baghdad, sementara itu tidak aku tinggalkan di kota tersebut orang yang lebih wara’, lebih faqih, dan lebih bertakwa daripada Ahmad bin Hambal.”]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-63-ahmad-bin-hambal-imam-ahlus-sunnah-wal-jamaah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-62: Imam Syafi’i, Nashirus-Sunnah wal-Hadits, Sang Pembela Sunnah dan Hadits Nabi</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-62-imam-syafii-nashirus-sunnah-wal-hadits-sang-pembela-sunnah-dan-hadits-nabi</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-62-imam-syafii-nashirus-sunnah-wal-hadits-sang-pembela-sunnah-dan-hadits-nabi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 02:46:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok/Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu kalam]]></category>
		<category><![CDATA[Imam asy-Syafi’i]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Beliau telah menghafal al-Qur'an pada saat berusia 7 (tujuh) tahun, lalu membaca dan menghafal kitab al-Muwaththa' karya Imam Malik pada usia 12 (dua belas) tahun. Beliau bernama Muhammad dengan kun-yah Abu 'Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-'Abbas bin 'Utsman bin Syafi' bin as-Saib bin 'Ubaid bin 'Abdu Yazid bin Hisyam bin al-Muththalib bin 'Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada diri 'Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kadang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Hasyim bin Abdu Manaf (saudara al-Muththalib).]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-62-imam-syafii-nashirus-sunnah-wal-hadits-sang-pembela-sunnah-dan-hadits-nabi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-60: Imam Abu Hanifah</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-60-imam-abu-hanifah</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-60-imam-abu-hanifah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 02:25:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok/Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Abu Hanifah]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[Imam Abu Hanifah an-Nu'man bin Tsabit al-Kufiy merupakan orang yang faqih di negeri Irak, salah satu imam dari kaum muslimin, pemimpin orang-orang alim, salah seorang yang mulia dari kalangan ulama dan salah satu imam dari empat imam yang memiliki madzhab. Beliau adalah Abu Hanifah an-Nu'man bin Tsabit bin Zuthi (ada yang mengatakan Zutha) at-Taimi al-Kufi maula bani Taimillah bin Tsa'labah. Beliau berasal dari keturunan bangsa Persi. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H pada masa shigharus-shahabah.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-60-imam-abu-hanifah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-59: Imam yang Empat adalah Satu, Mengapa Kita Berselisih?</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-59-imam-yang-empat-adalah-satu-mengapa-kita-berselisih</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-59-imam-yang-empat-adalah-satu-mengapa-kita-berselisih#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 11:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj as-Salafush-Shalih]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Empat]]></category>
		<category><![CDATA[mu'aththil (pelaku ta'thil)]]></category>
		<category><![CDATA[musyabbih (pelaku tasybih)]]></category>
		<category><![CDATA[muwafidhdhah]]></category>
		<category><![CDATA[perpecahan umat]]></category>
		<category><![CDATA[ta'thil]]></category>
		<category><![CDATA[takwil]]></category>
		<category><![CDATA[tamtsil]]></category>
		<category><![CDATA[tasybih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=472</guid>
		<description><![CDATA[Imam, pemimpin panutan, sebenarnya sangatlah banyak. Sejak zaman para sahabat hingga kini jumlahnya tak terhitung dengan jari. Namun adalah suatu kenyataan bahwa imam yang begitu masyhur di kalangan umat, tidak hanya di Indonesia, adalah imam yang empat. Tersebutlah nama Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad yang sering menjadi rujukan oleh kebanyakan kaum muslimin. Meski banyak yang mengenalnya dan mengaku sebagai orang yang mengikutinya, ternyata tidak banyak yang mengetahui pendapatnya secara valid. Kebanyakan orang memang hanya mendengar dari orang lain atau tulisan orang lain. Pendapat dan pandangan yang banyak diketahui sebenarnya 'hanyalah' hanafiyyah, malikiyyah, syafi'iyyah, ataupun hanbaliyyah, dalam artian berbagai hal yang dinisbahkan (disandarkan) kepada masing-masing empat imam tersebut. Secara mendasar bisa jadi justru tidak sesuai dengan pendapat dan tulisan para imam yang empat tersebut seperti yang terdapat dalam kitab-kitab karyanya. Karena kebanyakan hanya berasal dari turunan dari tulisan orang-orang yang menisbahkan diri pada madzhab (pandangan) empat yang tidak jarang diwarnai ketidak-tahuan atau bahkan fanatik terhadap madzhab yang empat.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-59-imam-yang-empat-adalah-satu-mengapa-kita-berselisih/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-58: Rujuk kepada Petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-58-rujuk-kepada-petunjuk-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-58-rujuk-kepada-petunjuk-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 10:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj as-Salafush-Shalih]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Abu Hanifah]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Ahmad bin Hanbal]]></category>
		<category><![CDATA[Imam asy-Syafi’i]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Empat]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Malik bin Anas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Para imam banyak menulis kitab untuk menuangkan pendapatnya tentang berbagai hal. Dalam perkembangannya pendapat-pendapat tersebut membentuk berbagai madzhab, diantaranya adalah 4 (empat) madzhab yang terkenal di Indonesia.

Sayang, banyak yang kemudian terjerumus pada sikap fanatik madzhab, seakan-akan pendapat imam adalah sebuah aksioma agama yang tidak bisa diutak-atik. Sementara para imam tidak pernah menyarankan sikap demikian. Justru para imam tersebut memberikan contoh yang sebaliknya, agar umat Islam selalu mengembalikan pendapat pada petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dalam artikel berikut, Saudara dapat melihat beberapa perkataan (qaul) mereka.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-58-rujuk-kepada-petunjuk-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-57: Berkenalan dengan 4 (Empat) Imam</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-57-berkenalan-dengan-4-empat-imam</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-57-berkenalan-dengan-4-empat-imam#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 10:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj as-Salafush-Shalih]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok/Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Abu Hanifah]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Ahmad bin Hanbal]]></category>
		<category><![CDATA[Imam asy-Syafi'i]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Empat]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Malik bin Anas]]></category>
		<category><![CDATA[sirah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Melalui tulisan ini Anda akan diajak untuk mengenal biografi imam yang empat secara singkat. Perjalanan hidup mereka sejak lahir hingga wafatnya. Pemaparan ini diharapkan bisa memberikan sedikit pengetahuan kepada Anda mengenai imam yang empat. Namun demikian, tulisan ini bukan untuk membatasi bahwa imam dalam perjalanan kaum muslimin hanya terbatas pada 4 (empat) imam tersebut. Sebelum dan sesudah mereka ada banyak imam, baik yang masyhur maupun tidak. Agama Islam adalah agama yang sempurna dengan kenabian Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga tak layak dibatasi oleh sekat pendapat satu atau dua imam. Tulisan ini sekadar untuk sedikit mencoba menunjukkan sikap penghormatan kepada ulama besar.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-57-berkenalan-dengan-4-empat-imam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-45: Perdagangan yang Terlarang</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-45-perdagangan-yang-terlarang</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-45-perdagangan-yang-terlarang#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 10:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[artikel perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[gharar]]></category>
		<category><![CDATA[jual-beli]]></category>
		<category><![CDATA[jual-beli inah]]></category>
		<category><![CDATA[jual-beli najasy]]></category>
		<category><![CDATA[prdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[terlarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Jual-beli merupakan sebuah transaksi yang biasa terjadi dalam masyarakat. Hampir semua orang pernah melakukan transaksi baik menjual, membeli, maupun keduanya. Karena itu perlu diketahui berbagai bentuk perdagangan yang terlarang. Dengan begitu kita sebagai kaum Muslimin bisa menghindarinya.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-45-perdagangan-yang-terlarang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-44: Kesalahan Sekitar Shalat</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-44-kesalahan-sekitar-shalat</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-44-kesalahan-sekitar-shalat#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 09:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[al-Minzhar fi Bayani Kat sirin minal-Akhtha' al-Sya'iah]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Bangunan masjid kini banyak tersebar di berbagai daerah, dengan bangunan cantik nan megah. tapi kalau diamati ternyata banyak masjid yang tidak dipenuhi jamaah shalat. Ada yang hanya terisi hampir satu shaf, bahkan ada yang menjadi imam setelah sebelumnya adzan dan iqamah, alias tidak ada teman. Sepi... Shalat ternyata telah banyak dilalaikan, terutama shalat berjamaah di masjid. Padahal hampir semua tahu bahwa shalat adalah amal pertama yang dihisab Allah. Jika shalat seseorang baik, akan baik pula seluruh amalnya. Demikian sebaliknya. Tetapi ironinya, banyak umat Islam yang melalaikan urusan shalat.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-44-kesalahan-sekitar-shalat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

