<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahlus-Sunnah wal-Jama&#039;ah Indonesia &#187; Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani</title>
	<atom:link href="http://ahlussunnah.info/kategori/penulis/syaikh-muhammad-nashiruddin-al-albani/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahlussunnah.info</link>
	<description>Apabila Telah Shahih Suatu Hadits, Maka Itulah Madzhab Kami</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Jul 2010 01:46:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Artikel ke-51, Bolehkah Menggali Kubur Muslimin dan Kafir?</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/04/17/artikel-ke-51-bolehkah-menggali-kubur-muslimin-dan-kafir</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/04/17/artikel-ke-51-bolehkah-menggali-kubur-muslimin-dan-kafir#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 23:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah as-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani]]></category>
		<category><![CDATA[kuburan]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nabawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Menggali kubur ada dua, kubur muslimin, maka tidak dibolehkan, sedangkan kubur orang kafir dibolehkan. Dan kami telah mengisyaratkan bahwa menggali kubur muslimin tidak dibolehkan kecuali hingga menjadi tanah (jasadnya). Dan ini kapan terjadi? Berkenaan dengan ini berbeda-beda menurut kadar tanahnya. Karena ada tanah yang keras berbatu yang mengakibatkan jasad mayat tetap bertahan beberapa tahun seperti yang dikehendaki Allah. Namun ada pula tanah yang lembab sehingga jasad mayat cepat menjadi tanah. Oleh karena itu tidak mungkin menentukan jangka waktu hancurnya jasad. Seperti dikatakan; “Penduduk kota tersebut lebih mengetahui akan keadaan penduduknya.” Jadi yang menguburkan jasad di tanah tersebut lebih mengetahui jangka perkiraan membusuknya jasad menjadi tanah.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/04/17/artikel-ke-51-bolehkah-menggali-kubur-muslimin-dan-kafir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-38, Mengapa Harus Salafi?</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/2010/01/13/artikel-ke-38-mengapa-harus-salafi</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/2010/01/13/artikel-ke-38-mengapa-harus-salafi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 07:16:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah as-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj as-Salafush-Shalih]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani]]></category>
		<category><![CDATA[al-Firqah an-Najiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ishmah]]></category>
		<category><![CDATA[ittiba']]></category>
		<category><![CDATA[khalaf]]></category>
		<category><![CDATA[madzhab]]></category>
		<category><![CDATA[maksum]]></category>
		<category><![CDATA[ta'ashub (fanatik)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya kata “as-Salaf” sudah lazim dalam terminologi bahasa Arab maupun syari'at Islam. Adapun yang menjadi bahasan kita kali ini adalah aspek syari'atnya. Dalam riwayat yang shahih, ketika menjelang wafat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Sayidah Fatimah radhiyallahu 'anha (yang artinya):
“Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah, sebaik-baik 'as-Salaf' bagimu adalah Aku.”

Dalam kenyataannya di kalangan para Ulama sering menggunakan istilah “as-Salaf.” Satu contoh penggunaan “as-Salaf” yang biasa mereka pakai dalam bentuk syair untuk menumpas bid'ah:
“Dan setiap kebaikan itu terdapat dalam mengikuti orang-orang Salaf.”
“Dan setiap kejelekan itu terdapat dalam perkara baru yang diada-adakan orang Khalaf.”]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/2010/01/13/artikel-ke-38-mengapa-harus-salafi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
