Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah Indonesia Apabila Telah Shahih Suatu Hadits, Maka Itulah Madzhab Kami

Surat Pembaca

Silakan tulis dan kirimkan kesan dan pesan Anda mengenai AHLUSSUNNAH.INFO pada halaman ini.

Pesan-pesan yang bermanfaat untuk yang lain yang dikirim kepada kami melalui email atau formulir kontak insyaa Allaah akan kami tampilkan juga disini, agar pembaca AHLUSSUNNAH.INFO yang lainnya dapat turut mmperoleh manfaat dari pesan-pesan tersebut, insyaa Allaah.

Pesan-pesan yang dikirim kepada kami melalui email atau formulir kontak (dan bukan melalui kotak komentar) akan kami tampilkan dengan nama pengirim "HIDDEN." Hal ini dikarenakan kami tidak memiliki izin untuk menampilkan nama pengirimnya, dan juga akan merepotkan kami dan mereka apabila kami harus menghubungi pengirimnya satu-persatu untuk meminta izin. Lagipula, pesan-pesan ini kami tampilkan disini hanya dikarenakan isi pesannya yang insyaa Allaah bermanfaat dan bukan karena siapa pengirimnya, sehingga penyembunyian nama pengirim bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan dan dibesar-besarkan. Wallahu a'lam.

17 Komentar untuk “Surat Pembaca”

  1. HIDDEN says:

    tolong kalo menukil ayat Al- Qur an dan Al Hadits di sertakan lafads arabnya

  2. HIDDEN says:

    bismillahirrohmanirrohim’ beberapa hari yang lau ana buka di
    internet, tampilan tersebut Syaikh muhammad bin abdul wahhab di ponis
    sebagai wahhabi dgn kata lain sesat. yg memponisnya, ana tau dari
    fatwa ulama ahlussunnah sendiri, benarkah demikian

    • admin says:

      Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

      Tidak ada seorang ulama Ahlus-Sunnah pun yang menjuluki Syaikh
      Muhammad bin Abdul-Wahhab rahimahullaah sebagai Wahhabi dan
      menvonisnya sesat. Malahan mereka memuji beliau sebagai salah seorang
      penegak Tauhid dan Sunnah. Semoga Allah membalas seluruh
      kebaikan-kebaikan Beliau dan menempatkannya dalam keluasan Jannah-nya.

      Jika ada yang menjulukinya Wahhabi dan memvonisnya sesat maka biasanya
      mereka adalah musuh-musuh dakwah Tauhid, orang-orang yang mengaku
      ulama (tetapi tidak diakui sebagai ulama oleh para ulama lainnya),
      ulama suu (ulama jahat), quburiyyun (para penyembah kubur) ataupun
      orang-orang bodoh yang tidak tahu hakikat ajaran-ajaran Islam yang
      sebenarnya dan hanya membeo kata ustadz-ustadznya yang sesat.

      Jika Bapak mendapatkan fatwa dari ulama Ahlus-Sunnah yang mengatakan
      bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul-Wahhab rahimahullaah sesat, silakan
      kirimkan kepada kami untuk dapat kami selidiki kebenarannya.

  3. HIDDEN says:

    Ana ingin mengetahui biografi Al-ustadz Mu’tashim. Syukron. Semoga Alloh membalas anda dengan kebakan.

    • admin says:

      Untuk biografi al-Ustadz Mu'tashim kami tidak memilikinya. Silakan antum tanyakan ke majalah Fatawa.

      Alamat:
      Kompleks Islamic Center Bin Baz
      Jl. Wonosari Km. 10, Karangayam
      Sitimulyo, Piyungan
      Yogyakarta, 55792

      Telp: 0274-7860540
      Fax: 0274-4353096
      Mobile: 0812-155-7376 (Redaksi)

      Website: http://fatawa.atturots.or.id
      Email: majalah.fatawa [at] yahoo.com

      Baarakallaah fiikum.

  4. HIDDEN says:

    Assalamu’alaikum, afwan ada seorang teman menayakan apakah aqidah hajjaj bin yusuf apakah ia khawarij atau ahlus sunnah? tolong segera di balas. jazakumulloh khoiron

    • admin says:

      Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh,

      Kami tidak mengetahui kalau al-Hajjaj adalah seorang khawarij.
      Kami hanya mengetahui hal yang berikut ini:

      al-Hajjaj adalah orang yang fasik dan bengis. Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi seorang amir yang zhalim, dia menjadi amir di Irak selama 20 tahun, dan dialah yang membunuh ‘Abdullah bin Zubair bin ‘Awam di Makkah. Hajjaj mati tahun 95 H. Lihat Taqriibut Tahdziib (I/190, no. 1144) dan Tahdziibut Tahdziib (II/184-186), oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani.

  5. HIDDEN says:

    Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarokaatuh…
    ikhwani wa akhwati,kok bnyak di temukan pengajian2 ikhwan kita mudah mentahzir sembarangan ikhwan2 sendiri..?
    ikhwan kita yg di juluki masyarakat “LASKAR DJIHAD”,contohnya.

    • admin says:

      Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh,

      Maaf baru balas sekarang.

      Masalah utama penyebab terjadinya hal ini adalah karena kurangnya ilmu dan juga karena mengikuti hawa nafsu.

      Seseorang yang berilmu akan mengetahui bahwa dalam men-tahdzir seseorang harus mengikuti kaidah-kaidahnya, yaitu:

      [1] Tabayyun, yaitu mencari informasi, melakukan klafirikasi atas permasalahan yang ada.

      [2] Iqamatul-hujjah (menegakkan hujjah), yaitu memberitahukan kesalahan-kesalahan orang tersebut kepada orangnya. Tentu saja ini juga harus dengan adab dan cara yang ma'ruf.

      Adapun orang-orang laskar jihad, mereka terlalu tergesa-gesa dalam men-tahdzir saudaranya.
      Mereka tidak mengikuti kaidah yang semestinya.

      Sebagian dari mereka juga tidak mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya, namun hanya mengikuti secara membabi buta perkataan ustadznya yang mana perkataannya tersebut keliru. Dalam hal ini mereka dapat disebut sebagai muqallidun (orang-orang yang taqlid buta).

      Kesemua ini terjadi karena salah satu atau keseluruhan dari dua hal diatas, yaitu karena kurangnya ilmu dan juga karena mengikuti hawa nafsu.

      Wallahu a'lam.

  6. HIDDEN says:

    assalamu’alaikum,.
    sya mau bertanya,,,adakah hadist atau riwayat tentang sikap seorang muslim terhadap orang yg sudah punya kehidupan sendiri(orang gila)?

  7. admin says:

    assalamu’alaikum…..bisa bantu kirimkan artkel lengkap tentang status tanah kharajiyah?..klo ada krmkan lewt email aja,,,
    syukron… jazakumullah.
    wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  8. HIDDEN says:

    Saya mau mengadakan kajian rutin di masjid saya. Tapi saya kurang materi kajian. Saya minta bantuan softcopy materi kajian aqidah dan akhlaq. Di lingkungan sekitar masjid saya adalah warga NU dan sekular, kebanyakan manusia dunia

    • admin says:
      Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
       
      Untuk situs ini, materinya belum terlalu banyak. Butuh waktu panjang bagi kami untuk menambah jumlah materi di situs ini.
       
      Untuk kajian, sebaiknya Anda menggunakan buku saja. Anda bisa mengupas pembahasan-pembahasan yang ada di buku itu dari awal hingga selesai. Ini lebih baik.
  9. HIDDEN says:

    Assalamualikum warrahmatullah.
    Bismillahirrohmanirrohim
    saya mau bertanya soal zakat penghasilan dari gaji saya selama 1 tahun bagaimana caranya..terimakasih
    Wassalam

    • admin says:
      Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh,
       
      Pemasukan bulanan yang disebut oleh pegawai dengan nama gaji bulanan, apabila digunakan dan selalu habis, maka tidak ada zakat padanya.

      Zakat itu diwajibkan dengan beberapa perkara:

      Satu: Harta yang terkumpul telah berlalu padanya satu haul yaitu satu tahun (tahun Hijriyah dan bukan tahun Masehi tahun Cina atau yang lainnya).

      Dua: Hendaknya telah mencapai nishab-nya (batas minimalnya).

      Apabila telah berlalu satu haul dan telah sempurna, bersama pemilikan, serta mencapai nishabnya, maka diwajibkan padanya zakat, baik itu gaji bulanan, atau harta yang dia simpan selain dari gaji bulanannya, atau selainnya, maka wajib zakat senilai 2,5% pada harta yang ada.

      Rujukan: Majalah an Nashihah Volume 9 – 1426 H/2005M.

Beri komentar

Silakan isi data dan komentar Anda dibawah. Mohon berikan komentar HANYA yang memberikan nilai tambah ilmiah kepada artikel ini. Komentar yang hanya berupa ucapan terima kasih atau semacamnya tidak akan kami setujui.
Nama:
E-Mail:
Situs Web:
Komentar Anda: