<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahlus-Sunnah wal-Jama&#039;ah Indonesia &#187; fiqih dakwah</title>
	<atom:link href="http://ahlussunnah.info/tag/fiqih-dakwah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahlussunnah.info</link>
	<description>Apabila Telah Shahih Suatu Hadits, Maka Itulah Madzhab Kami</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Jun 2011 02:40:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Artikel ke-33: Wanita Berdakwah ke Jalan Allah</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-33-wanita-berdakwah-ke-jalan-allah</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-33-wanita-berdakwah-ke-jalan-allah#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 03:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Abdul-Aziz bin 'Abdullah bin Baz]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[hijab]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[ikhtilath (campur baur dengan lawan jenis)]]></category>
		<category><![CDATA[JIL (Jaringan Islam Liberal)]]></category>
		<category><![CDATA[kaum wanita]]></category>
		<category><![CDATA[lemah lembut dalam berbicara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Kaum liberalis dan pendukungnya sering menuduh Islam merendahkan kaum wanita. Bahkan tidak sedikit yang beranggapan bahwa wanita tidak diberi kesempatan untuk berdakwah sekalipun. Dengan dasar ini pula mereka menghembuskan keragu-raguan bahwa ajaran Islam didominasi kepentingan kaum pria. Sebenarnya kalau kaum liberalis yang mendapat sokongan dana dari kaum kafir itu mau sedikit memanfaatkan anugerah akal sehat dan melihat sejarah secara jernih, tuduhan mereka sangatlah rapuh. Bukankah Bunda 'Aisyah radhiyallahu 'anha adalah salah satu contoh peran wanita dalam dakwah Islam? Berapa ratus hadits yang bersumber darinya. Berapa banyak sahabat yang bertanya dan meminta fatwa dari salah satu istri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tersebut.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-33-wanita-berdakwah-ke-jalan-allah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-32: Siapa dan Bagaimana Melakukan Dakwah?</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-32-siapa-dan-bagaimana-melakukan-dakwah</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-32-siapa-dan-bagaimana-melakukan-dakwah#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 03:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[al-Ustadz Abu Humaid, Lc]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan]]></category>
		<category><![CDATA[al-Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih al-Fauzan]]></category>
		<category><![CDATA[Amar ma'ruf]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hakikat dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[jilid 1]]></category>
		<category><![CDATA[kewajiban berdakwah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid dhirar]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>
		<category><![CDATA[nahi munkar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Medan dakwah itu begitu berat terjal menantang. Karena itu pahala yang dijanjikan pun begitu besar. Sehingga tidak mengherankan banyak yang tertarik untuk terjun ke medan dakwah. Saking banyaknya tidak sedikit yang memaksakan diri untuk menangani permasalahan yang sebenarnya tidak layak diemban. Sekadar berbekal semangat dan percaya diri berusaha menyelesaikan persoalan-persoalan umat. Akhirnya bukan kebaikan dan perbaikan, justru kemunduran dan kesemrawutan. Dakwah tetap harus ditegakkan, tetapi siapa yang berhak untuk mengembannya? Bagaimana pula melakukan dakwah yang bersifat umum menjadi beban setiap orang yang mempunyai tanggung jawab? Berikut adalah fatwa dari Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-32-siapa-dan-bagaimana-melakukan-dakwah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

