<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahlus-Sunnah wal-Jama&#039;ah Indonesia &#187; lukisan</title>
	<atom:link href="http://ahlussunnah.info/tag/lukisan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahlussunnah.info</link>
	<description>Apabila Telah Shahih Suatu Hadits, Maka Itulah Madzhab Kami</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Jun 2011 02:40:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Artikel ke-47: Gambar: Hakikat dan Hukumnya</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-47-gambar-hakikat-dan-hukumnya</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-47-gambar-hakikat-dan-hukumnya#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 07:52:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab dan Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Fahd bin Nashir bin Ibrahim as-Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[gambar]]></category>
		<category><![CDATA[lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[makhluk bernyawa]]></category>
		<category><![CDATA[patung]]></category>
		<category><![CDATA[perupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam beberapa sabda Beliau, baik yang tertulis dalam Sunan, Musnad dan ash-Shihah yang menunjukkan diharamkannya gambar makhluk yang bernyawa, baik berwujud manusia atau selainnya. Sehingga kita dianjurkan dan diperintahkan untuk memusnahkan gambar-gambar tersebut bahkan para tukang gambarnya mendapatkan laknat dan mereka termasuk seberat-berat manusia yang akan mendapatkan siksa pada hari kiamat kelak. ]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-47-gambar-hakikat-dan-hukumnya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel ke-13: Hukum Menghiasi Masjid Ketika Hari Raya</title>
		<link>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-13-hukum-menghiasi-masjid-ketika-hari-raya</link>
		<comments>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-13-hukum-menghiasi-masjid-ketika-hari-raya#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 15:21:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi AHLUSSUNNAH.INFO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Lajnatu ad-Da-imatu lil-Buhuts al-Ilmiyati wal-Ifta’]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah as-Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Baitullah]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[konsentrasi ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[kuburan]]></category>
		<category><![CDATA[lampu]]></category>
		<category><![CDATA[lilin]]></category>
		<category><![CDATA[lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Menghias]]></category>
		<category><![CDATA[tasyabbuh (meniru)]]></category>
		<category><![CDATA[‘Idul-Fithri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlussunnah.info/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Belum ada riwayat yang menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengagungkan masjid dengan memberikan penerangan warna-warni dan meletakkan karangan bunga pada saat hari raya ataupun pada saat momen tertentu. Cara pengagungan dengan memberikan lampu warna-warni, tidak dikenal pada masa Khulafa ar-Rasyidin serta para imam dari generasi pertama yang dijadikan panutan yaitu (generasi yang dijelaskan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, bahwa mereka merupakan generasi terbaik) padahal pada masa itu masyarakat sudah mengalami kemajuan, memiliki banyak harta, berbudaya tinggi, dan berbagai macam bentuk serta warna perhiasan bisa didapatkan. Dan kebaikan terbaik adalah terletak pada ittiba’ kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, petunjuk Khulafa ar-Rasyidin, serta para ulama yang meniti jalan mereka.]]></description>
		<wfw:commentRss>http://ahlussunnah.info/artikel-ke-13-hukum-menghiasi-masjid-ketika-hari-raya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

